kreatifnusantara.id — Kesadaran akan produk berkelanjutan kini terus tumbuh di kalangan masyarakat urban. Menjawab tren tersebut, PureEarth Bandung resmi memperkenalkan sabun zero-waste yang dibuat dari bahan alami tanpa kemasan plastik, serta diformulasikan lembut untuk semua jenis kulit.
“Kami ingin menggabungkan kebersihan tubuh dan kebersihan bumi dalam satu produk,” ujar Raisa Melani, pendiri PureEarth, saat peluncuran di Bandung Creative Hub.
Produk ini dikembangkan untuk menjawab masalah limbah plastik dari industri kecantikan, yang menurut data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mencapai lebih dari 1 juta ton per tahun.
Baca Juga: “Komunitas GreenRise Bali Kembangkan Kebun Vertikal Mini Hijau“
PureEarth Bandung Kenalkan Konsep Zero-Waste dan Filosofi Alam
PureEarth mengusung filosofi “Back to Nature, Back to Balance”, menekankan pentingnya keseimbangan antara kecantikan, kesehatan kulit, dan kelestarian lingkungan.
Setiap batang sabun dibuat secara handcrafted dengan metode cold process, tanpa bahan sintetis berbahaya.
Ciri khas sabun PureEarth:
- 🌿 Tanpa kemasan plastik – menggunakan kotak karton daur ulang dan tali serat alami.
- 🧼 Bahan alami – minyak kelapa, zaitun, shea butter, dan ekstrak daun teh hijau.
- 🌸 Pewangi alami – memakai minyak esensial lavender dan citrus, bukan parfum kimia.
- 🌱 Proses zero-waste – tidak ada limbah air sabun karena seluruh bahan terurai alami.
“Kami ingin konsumen merasa cantik tanpa rasa bersalah terhadap alam,” kata Raisa.
Selain mengurangi limbah, konsep zero-waste ini juga memperpanjang masa pakai sabun hingga dua kali lipat dibanding sabun cair konvensional.
PureEarth Bandung Ungkap Lembut untuk Kulit, Aman untuk Bumi
Sabun PureEarth dirancang agar pH-nya seimbang dengan kulit manusia (5,5–6) sehingga tidak menyebabkan kering atau iritasi.
Bahan-bahan seperti minyak kelapa dan lidah buaya organik membantu menjaga kelembapan alami kulit, sementara minyak esensial memberi efek aromaterapi yang menenangkan.
Beberapa varian yang tersedia:
- 🌼 Calm Soul (lavender & oat) untuk relaksasi malam hari.
- 🍋 Morning Rise (lemon & peppermint) untuk kesegaran pagi.
- 🌿 Forest Dew (green tea & aloe) untuk kulit sensitif.
“Kami fokus pada keseimbangan antara hasil perawatan dan tanggung jawab ekologis,” jelas Arini Dewa, tim riset produk PureEarth.
Semua bahan telah tersertifikasi BPOM dan dermatologically tested, serta tidak diuji pada hewan (cruelty-free).
Produksi Lokal Berkelanjutan
PureEarth memproduksi sabunnya di bengkel kecil di kawasan Lembang, menggunakan tenaga kerja lokal yang mayoritas perempuan.
Proses produksi dilakukan dengan efisiensi energi tinggi — memanfaatkan energi surya untuk pengeringan sabun dan air hujan yang disaring untuk pencampuran bahan dasar.
Selain itu, perusahaan juga menerapkan sistem refill bar di beberapa titik di Bandung dan Cimahi, di mana pelanggan bisa mengembalikan wadah karton untuk digunakan kembali.
Langkah-langkah produksi ramah lingkungan PureEarth:
- Pemilihan bahan baku lokal untuk mengurangi jejak karbon.
- Penggunaan kemasan biodegradable.
- Edukasi konsumen soal pemilahan sampah dan gaya hidup zero-waste.
- Donasi sebagian keuntungan untuk program “Hutan Kecilku”, penghijauan di sekitar Bandung Utara.
“Setiap sabun yang terjual, satu bibit pohon akan ditanam,” ujar Raisa bangga.
Kolaborasi dengan Komunitas Hijau
PureEarth aktif menggandeng komunitas lokal seperti GreenYouth Bandung dan ZeroWaste Society Indonesia untuk mengadakan workshop pembuatan sabun alami.
Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak membuat sabun dari bahan dapur seperti minyak jelantah yang disaring dan soda kue alami.
“Kami percaya perubahan besar dimulai dari kebiasaan kecil,” kata Dini Puspita, salah satu relawan komunitas GreenYouth.
Workshop ini juga menjadi sarana edukasi tentang circular economy, bagaimana limbah bisa kembali bernilai ekonomi tanpa merusak lingkungan.
Selain edukasi, PureEarth mengadakan program “Sabun untuk Sekolah”, di mana hasil penjualan sebagian disalurkan untuk menyediakan sabun alami bagi sekolah-sekolah di daerah rawan sanitasi.
Antusias Konsumen dan Ekspansi Digital
Sejak diluncurkan, sabun PureEarth mendapat sambutan positif di media sosial.
Tagar #PureEarthZeroWaste sempat menjadi trending di komunitas pecinta produk hijau.
Penjualan daring melalui marketplace lokal meningkat 40% dalam dua bulan pertama setelah peluncuran.
Selain toko daring, PureEarth kini bekerja sama dengan beberapa hotel butik di Bandung dan Bali yang menerapkan konsep eco-hospitality, mengganti sabun hotel sekali pakai dengan batang PureEarth.
“Kami ingin jadi pelopor produk kecantikan yang benar-benar meninggalkan nol jejak plastik,” ujar Raisa.
Rencana ke depan, PureEarth akan memperluas distribusi ke Jakarta dan Surabaya, serta meluncurkan lini sabun bayi organik dan sampo batang alami.
Refleksi – Kecantikan yang Tak Meninggalkan Jejak
Inovasi PureEarth Bandung membuktikan bahwa kecantikan dan kepedulian terhadap bumi bisa berjalan seiring.
Dari bahan alami, proses etis, hingga kemasan tanpa limbah, semuanya dirancang untuk menciptakan gaya hidup yang lebih sadar dan berkelanjutan.
“Kami ingin setiap busa sabun menjadi pesan kecil untuk bumi yang lebih bersih,” tutup Raisa.
Dengan langkah ini, PureEarth bukan sekadar merek sabun, melainkan gerakan menuju gaya hidup hijau yang dimulai dari kamar mandi.
Baca Juga: “Sampah Organik di Bontang Bakal Jadi Biogas“











