kreatifnusantara.id — Semangat wirausaha berbasis kearifan lokal kembali muncul dari timur Indonesia. Sebuah UMKM di Manokwari berhasil mencuri perhatian dengan mengembangkan sabun herbal berbahan rempah tradisional Papua Barat, yang diklaim mampu menutrisi kulit sekaligus menjaga keseimbangan alami tubuh. Produk ini menjadi simbol kebangkitan industri kecil berwawasan alam yang semakin diminati konsumen modern.
“Kami ingin menghadirkan produk yang sehat untuk kulit, tapi tetap mempertahankan identitas lokal dari rempah-rempah khas tanah Papua,” ujar Maria Yoteni, pendiri UMKM Wesiri Natural Care Manokwari.
Baca Juga: “Desainer Pekanbaru Ciptakan Busana Ramah Bumi Serat Pisang“
UMKM Manokwari Inovasi dari Bahan Alami Papua Barat
Sabun herbal buatan Wesiri Natural Care ini memanfaatkan bahan baku yang tumbuh melimpah di kawasan pesisir dan pegunungan Papua Barat. Beberapa bahan utama yang digunakan antara lain:
- Kunyit dan jahe hutan, untuk menenangkan kulit dan mengurangi bakteri alami.
- Serai wangi dan pala, sebagai pengharum alami serta pengusir nyamuk.
- Minyak kelapa murni lokal, berfungsi sebagai pelembap alami untuk semua jenis kulit.
- Daun sirih merah, dikenal memiliki sifat antiseptik alami.
“Kami tidak menggunakan pewarna atau bahan sintetis. Semua pewangi berasal dari minyak esensial hasil penyulingan sendiri,” jelas Maria.
Produk ini telah melalui uji keamanan di laboratorium lokal dan dirancang agar sesuai dengan iklim tropis yang lembap, sehingga tetap nyaman digunakan di wilayah timur Indonesia.
UMKM Manokwari Proses Produksi Ramah Lingkungan
Wesiri Natural Care mengandalkan metode cold process soap making, yaitu teknik pembuatan sabun tanpa pemanasan tinggi. Proses ini menjaga kandungan alami bahan tetap utuh dan meminimalkan limbah energi.
Tahapan produksinya meliputi:
- Pencampuran minyak nabati dan lye alami dengan takaran presisi.
- Penambahan ekstrak rempah segar yang telah dikeringkan secara alami.
- Pencetakan dan pengeringan sabun selama 3–4 minggu untuk hasil optimal.
“Kami berkomitmen menggunakan bahan lokal agar rantai produksinya memberdayakan masyarakat sekitar,” tambah Nandito Rumaropen, kepala produksi UMKM tersebut.
Seluruh limbah cair hasil produksi disaring sebelum dibuang, dan sebagian dimanfaatkan kembali untuk membuat cairan pembersih rumah tangga berbasis alami.
Sentuhan Kearifan Lokal dalam Setiap Produk
Desain dan kemasan sabun herbal Wesiri Natural Care menonjolkan unsur budaya Papua Barat. Setiap kemasan dibalut motif korwar dan batik timur hasil kolaborasi dengan pengrajin lokal.
Selain itu, setiap varian sabun diberi nama khas seperti:
- “Rempah Laut Arfak” – memadukan aroma kelapa dan pala.
- “Hutan Serai Wangi” – dengan ekstrak serai dan jahe hutan.
- “Sirih Merah Tropis” – untuk kulit sensitif dan rentan jerawat.
“Kami ingin agar setiap pengguna merasa seperti membawa aroma tanah Papua di tangannya,” tutur Maria dengan bangga.
Pendekatan ini membuat produk mereka tidak hanya unggul secara fungsi, tetapi juga mengandung nilai budaya yang memperkuat identitas daerah.
Dukungan Pemerintah dan Potensi Pasar
Inovasi UMKM ini mendapat dukungan dari Dinas Koperasi dan UKM Papua Barat, yang menilai sabun herbal berbasis rempah sebagai produk potensial untuk ekspor.
“Produk ini memenuhi kriteria ekonomi hijau dan berbasis bahan alami. Ini selaras dengan tren global,” ujar Kepala Dinas Koperasi Manokwari, dalam pernyataan tertulisnya.
Melalui program “UMKM Go Online Papua Barat”, Wesiri Natural Care kini telah memasarkan produknya melalui platform digital seperti Tokopedia, Shopee, dan PapuaCraft Market. Permintaan datang tidak hanya dari wilayah Indonesia timur, tetapi juga dari Jakarta dan Bali, terutama di kalangan hotel dan spa alami.
Selain itu, produk ini mulai dilirik oleh pasar ekspor kecil ke Timor Leste dan Singapura, berkat sertifikasi halal dan label “eco handmade” yang dimiliki.
Pemberdayaan Masyarakat Lokal
Wesiri Natural Care juga berperan penting dalam membuka lapangan kerja bagi perempuan di sekitar Manokwari. Saat ini, lebih dari 25 ibu rumah tangga terlibat dalam proses produksi dan pengemasan sabun.
“Kami ingin perempuan Papua bisa mandiri secara ekonomi, tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya mereka,” jelas Maria.
Selain itu, sebagian hasil penjualan digunakan untuk mendukung program sosial “Satu Sabun untuk Sekolah”, di mana setiap pembelian satu produk akan menyumbang sabun gratis bagi sekolah dasar di daerah pedalaman Manokwari.
Program ini membantu anak-anak memahami pentingnya kebersihan dan kesehatan kulit sejak dini.
Menuju Industri Hijau dan Berkelanjutan
Keberhasilan Wesiri Natural Care menunjukkan bahwa UMKM lokal memiliki potensi besar untuk bersaing di pasar nasional dengan mengusung inovasi berbasis alam.
“Kami tidak sekadar menjual sabun, tapi gaya hidup alami yang peduli pada lingkungan,” kata Nandito.
Dalam waktu dekat, tim MobiLab berencana mengembangkan varian sabun cair dan lotion rempah organik, serta membangun rumah produksi bersertifikat eco-lab di Kabupaten Manokwari.
Dengan konsistensi terhadap mutu, bahan lokal, dan tanggung jawab sosial, Wesiri Natural Care kini menjadi salah satu contoh sukses UMKM hijau Papua Barat yang tumbuh dari semangat lokal menuju pasar global.
Baca Juga: “Wirausahawan Berpotensi Menangkap Peluang Ekonomi Hijau“











